skip to main |
skip to sidebar
Musim ini berlalu begitu cepat, kurasa...
berhasil kulewati dengan untaian senyuman dan tawa bahagia...meski orang berkata bahwa cuaca mulai tak menentu
yang kadang dingin kadang panas,
namun itu semua tak buatku cemas.Berulang kali kukatakan "aku bahagia disini, disampingnya"
berulang kali juga ku ingatkan "aku mampu, jikalau kau memang enggan membantuku"
tolong, tolong, kumohon
jangan lagi kau hujamkan pedasnya kritik yang membuatku merapuh, pada akhirnya...
Alhamdulillah sudah hampir setengah bulan berada di bulan ramadhan,,, bulan dimana Allah yang Maha Baik mengobral pahala bagi umatnya,*bau mulutnya orang berpuasa lebih baik dari wangi bunga kesturi,bahkan tidurnya orang puasa pun jadi pahala.
Tak jarang orang orang yang jarang shalatpun khususon di bulan ini shalat, orang yang biasa bertengtop ria agak sedikit menutup areal keteknya :p... intinya berburu pahala dengan mengerjakan semua amalan baik (dengan caranya masing-masing).
Bagiku, rutinitas bulan ramadhan kali ini agak jomplang (sangat berbeda) dengan rutinitas saat ramadhan tahun kemarin. Merasakan sensasi yang berbeda menjadi seorang bumil yang konon katanya emosi menjadi lebih dominan pada situasi kali ini.
walhasil, memang benarrrrrrr.... dahsyat luar biasa deh mencegah mata ini untuk tidak berair serta mulut yang tidak manyun (alias cembetut kaya tutut :p) padahal semuanya berawal hanya dari kesalahan kecil yang abah lakukan (bahkan ga salah) yang membuat mood ambu jadi jelek (hmmmm.. sungguh ironis yah) heheeh.
and finally...... ambu suka salting sendiri ketika abah tidak marah dan meminta maaf, bahkan ada bonusnya yaitu mendaratkan kecupan sayang dikening ambu (upppsssss sensoooorrr :p)
ini adalah kali pertama kita memutuskan untuk menjalani ramadhan bersama jauh dari keluarga besar.
sungguh berat sebenarnya aku membayangkan, selain aku yang sedang berbadan dua ini,sifatku yang labil tak jarang mungkin membuatmu pada akhirnya jengah
tapi bagaimana lagi, "kedah maksakeun" ucapmu padaku.
sebentar lagi keluarga kecil kita akan nyaris sempurna dengan kehadiran dede bayi.
gelar kita sebagai abah dan ambu akan menjadi kenyataan.
*aku menyadari itu bah....