23 Feb 2013

Ada Kuasa Allah Menjelang Pernikahanku



Bismillahirrahmaanirrahim...

“Saya terima nikahnya Ayuningtyas binti Suparman dengan mas kawin 10grm emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai”
“sah..?”
“saaaahhhh…”
Airmataku jatuh, tak kuasa ku menahan haru bahagia kala itu. Bagaimana tidak, tepat seminggu menjelang hari H, aku masih berdebat dengan ayah soal pernikahanku. Ayah tak pernah setuju anaknya menikah di usia muda, dengan alasan dulu beliau menikah muda dengan ibu dan harus berpisah setelah 13 tahun bersama.

22 Feb 2013

Pendamping dan Pembanding


Ternyata hidup itu selain mencari pendamping, harus juga mencari pembanding, 

Pendamping membuat hidup jd lebih tenang, 

Sedangkan pembanding membuat hidup lebih bersemangat, 

Namun jangan pernah mencoba untuk menjadikan pendamping sebagai pembanding, karena esensi keduanya akan lenyap.

Pertanyaan Klasik Memang "Menyebalkan"


Pertanyaan “kapan lulus?” bagiku saat ini sama menyebalkan ketika menghadapi pertanyaan semisal “kapan nikah?” dan “kapan punya anak?”. Betapa tidak, siapa coba yang tak ingin kehidupannya normal. Lulus tepat waktu dengan predikat Cumlaude, kemudian kerja di perusahaan besar, lalu bertemu dengan pria "mapan", menikah dan bla..bla...bla...seperti kehidupan kebanyakan orang (di FTV/Sinetron). Ya, kusebut ini tidak normal dengan alasan  karena  aku mesti (dipaksa, kalau tidak pasti di DO) merampungkan kuliahku yang S1 dengan lama waktu studi 7 tahun. Padahal aku mengambil jurusan Pendidikan Akuntansi yang notabene lulusnya rata-rata lumayan cepat, aje gileee sebodoh itu kah aku?? Kurasa tidak juga, (hihihi ke-pede-an).

Hmmm,, mungkin saja ini karena prioritasku yang sempat terpecah belah bagai ranting pohon mangga, bukan hanya dua, tapi lebih. Hanya bisa berkomentar pada diri sendiri bahwa fokus itu sangat penting, namun bukan berarti mengesampingkan yang lainnya. Setiap pilihan ada resiko yang harus dijalani. Setiap manusia hidup dengan takdirnya masing- masing. Tidak bisa dipersalahkan "kenapa begitu?". Tidak juga bisa dipaksakan "seharusnya begini!!". 

Kenyataan memang tak selalu sesuai teori, namun teori yang dipahami akan menentukan tindakan yang akan kita pilih ketika dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Biidznillah....

Jalani, hayati, nikmati