Pertanyaan “kapan lulus?” bagiku saat ini sama menyebalkan
ketika menghadapi pertanyaan semisal “kapan nikah?” dan “kapan punya anak?”.
Betapa tidak, siapa coba yang tak ingin kehidupannya normal. Lulus tepat waktu dengan predikat Cumlaude, kemudian kerja di perusahaan besar, lalu bertemu dengan pria "mapan", menikah dan bla..bla...bla...seperti kehidupan kebanyakan orang (di FTV/Sinetron). Ya, kusebut ini tidak normal dengan alasan
karena aku mesti (dipaksa, kalau tidak pasti di DO)
merampungkan kuliahku yang S1 dengan lama waktu studi 7 tahun. Padahal aku
mengambil jurusan Pendidikan Akuntansi yang notabene lulusnya rata-rata lumayan
cepat, aje gileee sebodoh itu kah aku?? Kurasa tidak juga, (hihihi ke-pede-an).
Hmmm,, mungkin saja ini karena prioritasku yang sempat terpecah
belah bagai ranting pohon mangga, bukan hanya dua, tapi lebih. Hanya bisa berkomentar pada diri sendiri
bahwa fokus itu sangat penting, namun bukan berarti mengesampingkan yang
lainnya. Setiap pilihan ada resiko yang harus dijalani. Setiap manusia hidup dengan takdirnya
masing- masing. Tidak bisa dipersalahkan "kenapa begitu?". Tidak juga bisa
dipaksakan "seharusnya begini!!".
Kenyataan memang tak selalu sesuai teori, namun teori yang dipahami akan menentukan tindakan yang akan kita pilih ketika dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Biidznillah....
Jalani, hayati, nikmati