26 Jan 2014

Share Ilmu KUP Institut Ibu Profesional di Salman, Bandung (1)

“Dulu aku ingin sekali menjadi seorang wanita karier, 
tapi kini aku lebih memilih menjalani kariernya seorang wanita yaitu menjadi ibu “
 –bunda @septipw-

Bismillahirrahmaannirrahiim,,

Yeay akhirnya bisa merasakan kembali ikut perkuliahan, tapi perkuliahan kali ini materinya nendyaaaang banget. Pokonya “gue banget” deh. Hihihi. Jadi pengen sedikit share ilmu yang didapat dari perkuliahan yang singkat namun sarat makna tadi. Mudah-mudahan bermanfaat, ya minimal buat diri sendiri :D

Perkuliahan yang aku ikuti kali ini bukan sembarang kuliah. Ini adalah perkuliahan umum untuk Institut Ibu Professional (IIP). Weissss gaya banget jadi ibu ibu aja pake professional segala, palingan juga kerjaannya seputar sumur, dapur, kasur. Ishhh kalau ada orang yang masih menilai tugas seorang ibu serendah itu ingin rasanya bejek-bejek tuh orang, seenak jidatmu aja menyepelekan tugas seorang ibu. (kidding hehe)

Sebenarnya bukan hanya ibu, seorang bapak pun dituntut untuk menjadi professional. Keprofesionalan kita dimulai dari saat pertama kali kita memilihkan ibu/bapak yang keren untuk anak-anak kita kelak.
Sudakah kita memilihkan ibu/bapak yang keren untuk anak-anak kita kelak?
Tema kuliah IIP perdana ini adalah dengan “Magic Communication” in parenting. Kalau kita ditanya “apa yang paling penting agar hubungan langgeng?” kebanyakan orang pasti menjawab komunikasi. Iya apa iya banget??? Pertanyaan selanjutnya adalah komunikasi yang seperti apa? Terus bagaimana? Kebanyakan sih Cuma menyampaikan teori, prakteknya? No no no big no no. dalam kuliah IIP ini the magic communication itu adalah:

Jangan berhenti bicara Adinda   
Iya dong, kalau berhenti bicara lantas mau komunikasi gimana?
Artinya dalam keadaan apapun jangan pernah memilih diam, utarakan, musyawarahkan, diskusikan fokuskan pada SOLUSI
Hilangkan kata-kata negatif. Hilangkan kata Tidak Bisa menjadi BISA. Misalnya mengganti kata masalah dengan tantangan. Beda deh rasanya ketika berbicara “ pah, aku ada masalah nih hari ini berat banget” wah makin ga semangat tuh buat menyelesaikannya juga. Sekarang kalau “ pah, aku punya tantangan yang luar biasa banget nih hari ini” praktekin deh,pasti beda auranya. Iyakan?.
Ingat marah itu menular!!! kata bunda septi, idealnya kita harus punya ruangan khusus untuk marah, isinya samsak, kertas dan alat tulis, computer dan internet, alat gambar. Jadi kalau kita sedang merasa marah, emosi yang hebat, kesal, nangis maka masuklah kedalam ruangan itu. Lho kok??? Maksudnya adalah biar marah kita itu produktif dan tidak menular kepada anggota keluarga yang lain. Hihii lucu juga ya kita teriak2 depan tembok atau kaca. Mau coba?? Aku pengeeennn. Soalnya aku lumayan rada naik turun emosinya hehe. 

Apa yang anda lihat?
bagi yang sudah menikah dan ingin menilai atau melihat gambaran perjalanan pernikahan yang sudah ditempuh bersama pasangan selama ini coba lihat foto anak-anak mu. Yes, itulah cerminan perjalanan pernikahanmu *langsung lihat wajah lutfi*. Misalnya ada 4 anak, yang pertama senyum tapi dengan dahi berkerut, wah pasti saat hamil ibunya penuh kekhawatiran, cemas, banyak menuntut anak, dll. anak kedua tersenyum lepas, waahh berarti pas hamil anak kedua ini si ibu easy going *karenasambilngurusanakpertama* hihihi, dst. ayo cepet lihat foto wajah anak-anaknya, sudah bahagiakah mereka? (masih) indahkah perjalanan pernikahanmu?  beda lho tersenyum lepas dengan senyum dipaksa bilang "cheese" hehe.

Soal Perbedaan Kebiasaan
Misalnya kebiasaan memencet ODOL. ada yang rapi banget dari ujung sampe dilipet terus keatas, rapiii sampai habis odol itu. atau ada yang ngasal mencet bagian odolnya. Nah hal kecil itu bisa saja jadi masalah, jika terus menerus maka akan melahirkan judgement  satu sama lain. Bahaya kan???!!! Ya saling mengerti, toh ga ada salahnya mengikuti kebiasaan yang baik, kalaupun ada salah sedikit tidak apa2 ditolerir. Jangan malah dijadikan penyulut masalah.

Bersambung yooo istirahat dulu :)

 https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/p480x480/1555320_10152114676152389_362525867_n.jpg

0 cuap cuap:

Posting Komentar

bebas berkomentar (asal sopan) ^,^