“Dulu aku ingin sekali menjadi seorang wanita karier,tapi kini aku lebih memilih menjalani kariernya seorang wanita yaitu menjadi ibu “–bunda @septipw-
Bismillahirrahmaannirrahiim,,
Yeay akhirnya bisa merasakan kembali ikut perkuliahan, tapi
perkuliahan kali ini materinya nendyaaaang banget. Pokonya “gue banget” deh. Hihihi.
Jadi pengen sedikit share ilmu yang didapat dari perkuliahan yang singkat namun
sarat makna tadi. Mudah-mudahan bermanfaat, ya minimal buat diri sendiri :D
Perkuliahan yang aku ikuti kali ini bukan sembarang kuliah. Ini
adalah perkuliahan umum untuk Institut Ibu Professional (IIP). Weissss gaya banget
jadi ibu ibu aja pake professional segala, palingan juga kerjaannya seputar
sumur, dapur, kasur. Ishhh kalau ada orang yang masih menilai tugas seorang ibu
serendah itu ingin rasanya bejek-bejek tuh orang, seenak jidatmu aja menyepelekan
tugas seorang ibu. (kidding hehe)
Sebenarnya bukan hanya ibu, seorang bapak pun dituntut untuk
menjadi professional. Keprofesionalan kita dimulai dari saat pertama kali kita memilihkan
ibu/bapak yang keren untuk anak-anak kita kelak.
Sudakah kita memilihkan ibu/bapak yang keren untuk anak-anak kita kelak?
