Alhamdulillah bisa duduk depan komputer lagi, kangen banget "kutakketik" ga jelas, buat bahan cerita ntar pas nenek nenek hehehehe
2 bulan lebih 14 hari sudah aku menjadi emak-emak, gampang-gampang susah melakoni peran sebagai emak-emak ini. ya sudahlah (judul lagu bondan ft fade2black) jalani saja, toh semua juga akan mengikuti. Sebelum cerita hari ini, aku akan membawa anda semua flashback ke waktu pada saat aku mondar mandir tak karuan menati hari persalinan.
H-10 sebelum hari kelahiran aku mulai check up ke bidan yang dipercaya untuk membantu proses persalinan pertama _awalnya sih check up ke puskesmas yang bidannya cantik, bersih dan someah *saur urangsunda mah*. dengan berbekal buku riwayat kehamilan, aku mendatengi bidan itu, dan walhasil.... jengjengjeng..... *wajah tegang* sudah PEMBUKAAN DUA pemirsah. prediksi bidan, lahiran akan terjadi 3 - 4 hari lagi (kaya wartawan tv lagi nanya mamaloren), dengan tanda tanda umum keluar darah plus mules mules.
Hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik aku tunggu tanda tanda seperti yang disebutkan oleh bu bidan, tapi 6 hari setelah H-10 itu tanda tanda yang disebutkan oleh bu bidan tak kunjung datang. Oalaaaaah piye to iki??? kenapa ga nongol-nongol juga tuh TANDA. Dan besok aku putuskan untuk kembali periksa ke bidan.
Hari ini, H-..... (isilah titik-titik tersebut yah,kekekekeek) kembali menemui bidan dalam rangka menagih utang (lho ko utang???), maksudnya konsultasi lagi tentunya ditemani sang bunda tercintah. Dan bidan masih menyatakan aku berada dalam posisi PEMBUKAAN DUA. toeeeeeenggggggg kok ga ada kemajuan sih dalam seminggu ini?????
hatiku bernyanyi "gelisah hati gelisah huowowo syalalala" (ada yang tau lagunya siapa???). Akhirnya bidan menyarankan aku untuk menginap untuk memantau pergerakan aku (huh emangnya terdakwa!!!). Tapi aku memutuskan untuk pulang, karena baru 2 jam aja disana udah bosen. Lagian deket ini, jadi klo ada apa apa langsung swiiiiiiing ........meluncur ke TKP pake Becak hehehehe, pikirku.
Setelah kejadian itu banyak sekali yang bertanya, "kok belum lahir juga?", "kirain udah lahiran" bukan hanya satu dua tapi puluhan orang yang bertanya demikian, tak perlu lah sebutkan merk siapa siapanya. tapi yang pasti bikin semakin stress nih. Ada yang bilang inilah, bilang itulah, bilang ini itulah, macem macem deh. dan aku hanya bisa bilang "belum saatnya, ikhtiarkan saja" pada hatiku (ngupahan dari sananya mah, biar ga terlalu stress) akupun mulai sering jalan-jalan kesana kemari. Jalan-jalan mengitari pasar ba'da subuh sudah menjadi rutinitas beberapa hari itu sebelum abah pergi "bermain" (sebutan untuk pekerjaannya).
Kegiatanku dirumah saat itu hanya makan, istirahat dan jalan-jalan bolakbalik dirumah. Sampai-sampai adik saya yang bungsu bilang "ih teh yayang(sebutansayadirumah) bolak balik aja kaya setrikaan panas, pusing ngeliatnya" , "ya udah atuh jangn diliatin aja" selorohku sambil terus bolak balik. tapi iya juga sih, aku sendiri juga pusing. heheheh
Hari H subuh hari, ye ye ye jalan memang terbukti salah satu cara yang ampuh untuk mempercepat proses "pembukaan" jalan lahir. Pukul 02.30 WIB dini hari mulai kurasakan mules yang berbeda dari biasanya. Oh ya Rabb mungkinkah??? disaat orang rumah masih tertidur. saya tengah asyik merasakan "nikmatnya" mules yang slama ini ditunggu tunggutak bisa tidur, aku pindah ke kursi ruang tamu. mata terpejam, bibir tersenyum merasakan "mules" itu. pukul 04.30 semua bangun,
mama bertanya
"yang, udah mules?"
"iya mah lumayan"
"udah rutin belum"
"baru setengah jam sekali"
"dari jam berapa?"
"setengah tiga"
Ya Rabb terimakasih, akhirnya mules yang aku tunggu tunggu saat ini datang juga :)
Pada hari itu mama memutuskan untuk tidak bekerja, abahpun demikian. Tapi aku masih ragu dengan mules ini. Akhirnya atas pintaku mereka akhirnya pergi bekerja. Pukul 12 tingkat mulesnya mulai sering jadi 15 menit sekali. Akhirnya aku pun meminta agar mamah pulang. mamah pulang pukul 13. Nah dari situ aku mempersiapkan diri, minum telor ayam kampung plus madu (biar kuat ngeden, kata mamah) latihan napas, kontrol emosi dengan baca Al-Qur'an. sampai saat itu aku belum menghubungi abah. (abah tenang bekerja, ambu pun tenang disini)
Jreng.. jreng...jreng.... pukul 15.30 mules meningkat jadi 10 menit sekali. mamah langsung membawaku ke bidan, naek motor swiiiiiiing menuju bu bidan. Dan Alhamdulillah PEMBUKAAN 4 sodarasodara. kata bu bidan yang baik hati itu (lagi hamil juga lho bidannya, masuk 6 bulan) lahiran kemungkinan ba'da isya paling cepet, coz biasanya satu jam sekali pembukaan itu meningkat. langsung deh sms abah.... mengabarkan bahwa sudah di bidan dan perkiraan lahiran ba'da isya. selama di bidan aku jalan jalan lagi (saran bu bidan, katanya biar cepet lahirannya). jadi inget, pas lagi check up tempo hari ada yang mau lahiran tapi udah nginep 2 hari di bidan belum juga lahir, mudah-mudahan saya ga nyampe berhari-hari di bidan, bosen sih plus ngerepotin orang rumah.
Pas lagi anteng jalan-jalan di teras rumah bidannya sambil shalawatan, lho kok makin sakit yah ni perut???!!! saya terus jalan, sambil sesekali duduk untuk meredakan sakitnya. begitu terus sampai pada akhirnya, pukul 17 kulihat saya merasakan sakit yang luar biasa, bidannya pun ikut panik karena jauh dari perkiraan. Disaat bidan menyiapkan ruangan, mamah dan bi tuti (bibiku satusatunya dari mamah) terus mengusap punggungku, asma Allah pun tak lekang dari mulutku. Akhirnya 17.30 aku masuk ruang bersalin ditemani mamah. Sayang, Abah belum datang. "abah, doakan ambu" batinku.
Tak perlu kuceritakan bagaimana perjuanganku didalam, 3 kata yang mewakilinya adalah Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Rasanya indah sekali kau lewati moment berharga ini kawan. Ya, 20-10-2010 (tanggal ganteng untuk putraku yang ganteng hehehehe) Pukul 18.07 engkau lahir nak, bertepatan dengan hadirnya abah, dan helaan napasku, lega. kudengar abah meng-adzan-i dan meng-iqamat-kannya. kemudian menyapaku dengan senyum, dan mendaratkan kecupan hangatnya dikeningku, kemudian menyuguhkan ku segelas air putih bersedotan. hmmmm
Alhamdulillah ya Rabb, Kau membuatku mampu melewati hari ini. ya, hari yang kata orang "hari dimana perjuangan hidup dan mati". terima kasih ya Rabb.
Nak, mari ambu dan abah perkenalkan, inilah dunia !!!!

1 cuap cuap:
subhanallah.. mbak begitu menikmati proses itu..semoga saya bisa seperti mb..:)
maaf baru berkunjung..
Alhamdulillah...turut bersuka cita..semoga dedek menjadi anak yang berbakti kepada orang tua..
menjadi anak yang sholeh..:)
Posting Komentar
bebas berkomentar (asal sopan) ^,^